7 Panduan Diet untuk Gagal Ginjal Akut
Pengobatan gagal ginjal akut
sebagian besar didasarkan pada upaya mencegah dan mengobati efek yang merusak.
Mempertahankan tingkat hidrasi
(asupan cairan) yang memadai dan diuresis sangat penting untuk dilakukan.
Berikut adalah beberapa hal
berkaitan dengan diet yang harus dilakukan dalan pengobatan gagal ginjal akut:
1. Kebutuhan nutrisi harus
ditentukan dengan memperhatikan jenis perawatan gagal ginjal akut yang dijalani
pasien.
Jumlah dan jenis nutrisi juga harus
disesuaikan dengan penyebab gagal ginjal akut seperti trauma, luka bakar,
infeksi, dan penyebab lainnya.
Selain itu, beberapa jenis
obat-obatan mungkin memengaruhi nafsu makan pasien sehingga kebutuhan akan gizi
harus lebih diperhatikan.
2. Asupan energi yang cukup harus
dipastikan pada pasien gagal ginjal akut.
Energi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh karena pasien mungkin
mengalami stres yang menguras energi.Dosis energi harian yang direkomendasikan adalah 30-40 kkal / kg berat badan.
3. Jangan lupa pula untuk menyertakan lemak, karbohidrat sederhana, dan protein untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.
4. Dalam kasus dimana pasien tidak diharuskan melakukan cuci darah, asupan protein harus diatur menjadi sekitar 0,6 gram per kilogram berat badan.
5. Bila pasien diharuskan menjalani cuci darah, asupan protein harus ditingkatkan menjadi 1,0-1,4 gr / kg berat badan.
6. Selama tahap oliguria, asupan garam natrium harus dibatasi menjadi 1000 mg hingga 2000 mg dan potasium maksimal 1000 mg per hari.
7. Jumlah cairan tubuh juga harus dipantau secara ketat. Pasien mungkin mengalami muntah atau diare sehingga jumlah cairan tubuh harus dijaga pada evel optimal.
Pengobatan gagal ginjal akut, sama seperti perawatan lainnya, membutuhkan kerjasama dan disiplin pasien yang dibantu oleh tim kesehatan dan anggota keluarga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar